Ketika kita mendengar kata “desain,” kebanyakan dari kita langsung memikirkan sesuatu yang indah. Desain yang bagus tentu bisa memanjakan mata, tapi memangnya itu cukup? Di balik tampilan visual yang menarik, ada satu aspek yang sering terabaikan yaitu fungsionalitas.
Yes, desain yang efektif itu bukan hanya soal estetika, tapi juga soal bagaimana desain tersebut mempermudah kita menjalani aktivitas sehari-hari. Jadi, yuk kita bahasa lebih lanjut bahwa desain itu lebih dari sekadar estetika!
Desain Bukan Cuma Soal Tampilan Visual
Coba deh bayangkan situasi ini; kamu memasuki sebuah ruangan dengan dekorasi yang luar biasa indah, tapi setiap sudutnya berantakan. Perasaan campur aduk, kan? Sama seperti ruangan tersebut, desain yang “menang penampilan” tapi tidak praktis, hanya membuat kita terpesona sesaat, without making a long-term positive impact.
Desain yang baik seharusnya nggak cuma memikat mata, tapi juga membuat hidup kita lebih mudah. Saat Anda menemukan website yang desainnya keren tapi sulit dinavigasi, pasti kamu langsung badmood, kan? Nah, ini adalah contoh klasik desain yang tidak memperhatikan fungsi.
Estetika dan Fungsionalitas Harus Seimbang
Estetika memang penting untuk menarik perhatian, tapi desain yang benar-benar bagus adalah yang tetap fungsional. Sebuah poster bisa terlihat sangat keren dengan pilihan warna dan font yang nyentrik, tapi kalau informasinya sulit dibaca, tujuannya jadi nggak tercapai.
Desain yang berfungsi dengan baik akan mengarahkan mata kita ke pesan utama tanpa harus memaksakan kita berpikir keras. Karena itu, keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas adalah kunci utama untuk menciptakan desain yang sukses menarik perhatian.
Desain yang buruk bisa membuat kita kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bayangkan aplikasi yang layout-nya berantakan, membuat kamu kesulitan menemukan fitur penting. Tentu saja, ini mengurangi kenyamanan dan bisa mempengaruhi produktivitas. Sebaliknya, desain yang efisien dan terorganisir memberikan dampak positif. Lingkungan kerja yang tertata baik, misalnya, bisa meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stres.
Begitu juga dengan desain aplikasi atau website—jika tampilannya mudah dipahami, kita tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk memahami cara kerjanya. Setuju nggak, NEXT People?
Nah, biar hasil desainmu semakin ciamik dengan menggabungkan estetika dan fungsi, pahami dulu prinsip-prinsip desain seperti apa. Simak yuk penjelasan dari Raden Bambang Wahyudi! Bakal ada materi seputar Photoshop dan Illustrator mulai dari basic feature hingga media presentation.